Kamis, 12 April 2012


Manusia dan Penderitaan
Penderitaan bagi manusia adalah sesuatu yang amat sangat menggangu, karena dapat menghambat kelangsunagn hidup baik jasmani maupun rohani. Oleh sebab itu manusia harus cepat dalam pemyelesaikan penderitaan atau menyembuhkan penderitaan terserbut karena kalu tidak cepat di selesaikan atau di sembuhkan manusia akan mengalami keterpurukan dalam arti negatif.
Saya akan menjelsakan apa itu penderitaan dan kekalutan mental
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan .penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin
Perderitaan dalam ilmu psikologi dikenal sebagi kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapai persoalan yang harus diatasi shingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
a.Nampak pada jasmani yangs ering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
b.Nampak pada kejiwaannya  dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahapp-tanam gangguan kejiwaan adalah:
a.Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya
b.usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah: pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan. Justru lekas memecahkan problemnya, shingga tidak menekan perasaanya.jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
c.kekalutan merupakan titik patah( mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut:
a.Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
b.Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi
c.Cara pematangan batinn yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorong ke arah
a.Positif: trauma(luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usahan agar tetap survive dalam hidup
b.Negatif: trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturukan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Bentuk-bentuk frustasi:
1.Agresi
2.Regresi
3.Fiksasi
4.Proyeksi
5.Indentifikasi
6.Narsisme
7.Autisme


Manusia dan Penderitaan
Pergertian penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan .penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin
Kekalutan mental
Perderitaan dalam ilmu psikologi dikenal sebagi kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapai persoalan yang harus diatasi shingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
a.Nampak pada jasmani yangs ering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
b.Nampak pada kejiwaannya  dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahapp-tanam gangguan kejiwaan adalah:
a.Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya
b.usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah: pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan. Justru lekas memecahkan problemnya, shingga tidak menekan perasaanya.jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
c.kekalutan merupakan titik patah( mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut:
a.Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
b.Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi
c.Cara pematangan batinn yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorong ke arah
a.Positif: trauma(luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usahan agar tetap survive dalam hidup
b.Negatif: trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturukan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Bentuk-bentuk frustasi:
1.Agresi
2.Regresi
3.Fiksasi
4.Proyeksi
5.Indentifikasi
6.Narsisme
7.Autisme 

Mausia Dan Keindahan
Dari judul di atas mungkin kita sudah biasa dengan Keindahan, ada banyak alasan kenapa Manusia dan Keindahan itu tidak dapat dipisahkan, ada yang bilang bahwa manusia tidak dapat hiudp karena tidak ada keindahan, manusia membutuhkan keindahan untuk mencari inspirasi baru, keindahan adala bagian dari hidupnya , dan lain-lain.
Jadi apa sebenarnya keindahan itu???. Keindahan menurut pengertian yang biasa kita kenal sebenarnya berasal dari kata indah, artinya  bagus,permai,cantik,elok,molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sidat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah,tatanan,peraqbot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sanagat luas, seluas keanekaragaman manusia  dan sesuai pula dnegan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan , bahwa keindahan merupakan  bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapanpun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya  tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran bearti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan monalisa tidak indah, karena tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang di ungkapkan.
Keindahan juga bersifat universal. Artinya tidak terikat olehh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Keindahan memiliki perbedaan dalam beberapa arti yaitu:
*Keindahan dalam arti yang luas
*Keindahan dalam arti estetis murni
*Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang di dalamanya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah.orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal perngertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan( Misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendenganran(musik). Jadi Pengertian Keindahan yang seluas-luasnya meliputi:
-Keindahan Seni
-Keindahan Alam
-Keindahan Intelektual
Keindahan dalam estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.




Manusia Dan Keindahan
Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya  bagus,permai,cantik,elok,molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sidat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah,tatanan,peraqbot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sanagat luas, seluas keanekaragaman manusia  dan sesuai pula dnegan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan , bahwa keindahan merupakan  bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapanpun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya  tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran bearti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan monalisa tidak indah, karena tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang di ungkapkan.
Keindahan juga bersifat universal. Artinya tidak terikat olehh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Keindahan memiliki perbedaan dalam beberapa arti yaitu:
*Keindahan dalam arti yang luas
*Keindahan dalam arti estetis murni
*Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang di dalamanya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah.orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal perngertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan( Misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendenganran(musik). Jadi Pengertian Keindahan yang seluas-luasnya meliputi:
-Keindahan Seni
-Keindahan Alam
-Keindahan Intelektual
Keindahan dalam estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
Beberapa alasan manusia(seniman) menciptakan keindahan.
-Tata nilai yang telah usang
-Kemerosotan Zaman
-Penderitaan manusia
-Keagungan Tuhan

Senin, 09 April 2012


Ini adalah Coding dan Logika program saya (Untuk Logika program jangan disamakan thx )
Listing Program dan Output (MENU)
Output

Untuk membuat menu seperti di atas anda harus membuat y di menu editor. Menu editor terletak di tools.


Lalu ..


Caption untuk mengganti Nama tampilan

Name itu terserah anda ingin mengisinya dengan apa saja cnth:Menu_File
Untuk menambahkan form 2,3 dan EXIT tekan insert lalu lakukan hhal yang sama sepertihalnya pada File.
Untuk Memasukan form2,3 dan EXIT tekan tanda panah -> itu artinya form2,3 dan EXIT berada di dalam File
Perlu di ingat urutan File ,form2, form3 dan EXIT tidak boleh acak( Harus berurutan)


Private Sub Menu_Exit_Click()
End
End Sub

Private Sub Menu_Form2_Click()
Form1.Hide
Form2.Show
End Sub

Private Sub Menu_Form3_Click()
Form1.Hide
Form3.Show
End Sub

Logika Program
Untuk form2 dan form3 kita menggunakan hide dan show  fungsinya hide untuk menyembunyikan form, show untuk memunculkan form
Untuk EXIT kita gunakan end  untuk menghentikan program.

Listing Program dan output (Form 2)
Output


Private Sub Check1_Click()
If Check1.Value = vbChecked Then
Text2.FontBold = True
Else
Text2.FontBold = False
End If
End Sub

Private Sub Check2_Click()
If Check2.Value = vbChecked Then
Text2.FontItalic = True
Else
Text2.FontItalic = False
End If
End Sub

Private Sub Check3_Click()
If Check3.Value = vbChecked Then
Text2.FontUnderline = True
Else
Text2.FontUnderline = False
End If
End Sub
Private Sub Command1_Click()
Text2.Text = "Nama saya " + Text1.Text + " Hobby saya " + Combo1 + " pekerjaan saya " + List1
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
End Sub

Private Sub Command3_Click()
End
End Sub

Private Sub Form_Load()
Combo1.AddItem "Clubbing"
Combo1.AddItem "Balapan Karung"
Combo1.AddItem "Tidur di jalanan"
Combo1.AddItem "Ngambilin sampah"
List1.AddItem "Bartender"
List1.AddItem "Direktur"
List1.AddItem "Gembel"
List1.AddItem "Pemulung"
End Sub

Private Sub Option1_Click()
If Option1.Value = True Then
Text2.ForeColor = vbRed
End If
End Sub

Private Sub Option2_Click()
If Option2.Value = True Then
Text2.ForeColor = vbGreen
End If
End Sub

Logika Program
Dalam Program ini sayaq menggunakan combo box dan list box dalam pemberian pilihan.
Combo1.AddItem di gunakan untuk menambahkan item untuk combo box  dan List1.AddItem di gunakan untuk menambahkan item yang berada di list box. Untuk pemilihan warna saya menggunakan option button sedangkan untuk Font saya menggunakan checkbox di mana perbedaan antara option button dengan check box adalah option button kita hanya dapat memilih salah 1 di antara beberapa pilihan sedangkan check box kita dapat memilih semua atau acak. Dalam pemberian warna dalam VB kita menggunakan  Text2.ForeColor = vbGreen (jika ingin menganti warna y anda hanya mengganti Green menjadi  Red atau warna lainnya). Untuk mengganti Font kita menggunakan
 If Check1.Value = vbChecked Then
Text2.FontBold = True
Else
Text2.FontBold = False
End If
Di mana True False ini sangat penting karena  sebagai contoh : pertama kita mencheck BOLD lalu kita tidak jadi mencheck BOLD maka ketika melakukan uncheck terjadi error(jika ingin mengganti font maka Bold itu kita ganti dengan Italic atau Underline).
Untuk melakukan Clean  kita hanya perlu mengetikan Text1.Text = ""  dan untuk menampilkan hasil yang telah kita lakukan pada tombol process kita masukan perintah
Text2.Text = "Nama saya " + Text1.Text + " Hobby saya " + Combo1 + " pekerjaan saya " + List1
Dimana ketika kita menekan tombol process maka pada text2 akan mencetak apa yang telah kita Input.
Listing Program dan Output (Form 3)
Output



Private Sub Command1_Click()
Value = Val(Text1.Text)
For a = 1 To Value
For b = 1 To a
Print b;
Next b
Print
Next a
For a = Value To 1 Step -1
For b = 1 To a - 1
Print b;
Next b
Print
Next a
End Sub

Private Sub Command2_Click()
End
End Sub

Logika Program
Dalam program ini saya menggunakan for next. Intinya adalah pada saat tombol process.
Value = Val(Text1.Text)
For a = 1 To Value
(di sini artinya dari angka 1 sampai angka yang kita input)
For b = 1 To a
(artinya variabel b ini akan menggikuti dari 1 sampai ke a)
Print b;
(cetak b)
Next b
(untuk meneruskan sampai b selesai sesuai yang telah kita input)
Print
Next a
(untuk meneruskan sampai a selesai sesuai yang telah kita input)
For a = Value To 1 Step -1
(untuk yang satu ini saya membuat value to 1 step-1 di mana dari angka yang kita input ke 1 di manapada terakhirnya di kurangi 1 angka)
For b = 1 To a – 1
(b di sini mengikuti a yang sudah step-1 bukan yang pertama kali)
Print b;
Next b
Print
Next a
End Sub

 Semoga bermanfaat....





Kamis, 05 April 2012


Coding LA Delphi

Menu










unit Unit1;

interface

uses
  Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
  Dialogs, StdCtrls;

type
  TForm1 = class(TForm)
    Label1: TLabel;
    Button1: TButton;
    Button2: TButton;
    Button3: TButton;
    Button4: TButton;
    Button5: TButton;
    procedure Button1Click(Sender: TObject);
    procedure Button2Click(Sender: TObject);
    procedure Button3Click(Sender: TObject);
    procedure Button4Click(Sender: TObject);
    procedure Button5Click(Sender: TObject);
  private
    { Private declarations }
  public
    { Public declarations }
  end;

var
  Form1: TForm1;

implementation

uses Unit2, Unit4, Unit3, Unit5;

{$R *.dfm}

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
begin
form1.Hide;
form2.show;
end;

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
form1.Hide;
form4.show;
end;

procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject);
begin
form1.Hide;
form3.show;
end;

procedure TForm1.Button4Click(Sender: TObject);
begin
form1.Hide;
form5.show;
end;

procedure TForm1.Button5Click(Sender: TObject);
begin
close;
end;

end.

Biodata


















unit Unit2;

interface

uses
  Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
  Dialogs, StdCtrls;

type
  TForm2 = class(TForm)
    Label1: TLabel;
    Label2: TLabel;
    Label3: TLabel;
    Label4: TLabel;
    Label5: TLabel;
    Button1: TButton;
    Button2: TButton;
    procedure Button1Click(Sender: TObject);
    procedure Button2Click(Sender: TObject);
  private
    { Private declarations }
  public
    { Public declarations }
  end;

var
  Form2: TForm2;

implementation

uses Unit1;

{$R *.dfm}

procedure TForm2.Button1Click(Sender: TObject);
begin
form2.Hide;
form1.show;

end;

procedure TForm2.Button2Click(Sender: TObject);
begin
close;

end;

end.

Luas Lingkaran



















unit Unit3;

interface

uses
  Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
  Dialogs, StdCtrls;

type
  TForm3 = class(TForm)
    Label1: TLabel;
    Label2: TLabel;
    edit1: TEdit;
    Label3: TLabel;
    Button1: TButton;
    Button2: TButton;
    Button3: TButton;
    Label4: TLabel;
    procedure Button1Click(Sender: TObject);
    procedure Button2Click(Sender: TObject);
    procedure Button3Click(Sender: TObject);

  private
    { Private declarations }
  public
    { Public declarations }
  end;

var
  Form3: TForm3;

implementation

uses Unit1;

{$R *.dfm}

procedure TForm3.Button1Click(Sender: TObject);
begin
form3.Hide;
form1.show;

end;

procedure TForm3.Button2Click(Sender: TObject);
begin
close;

end;

procedure TForm3.Button3Click(Sender: TObject);
var
phi , r, l :real;
begin
r :=strtoint(edit1.text);
phi := 3.14;
l:= phi*r*r;
label4.caption := 'Luas Lingkarannya Adalah' + floattostr(l);
end;
end.

Kondisi


















unit Unit4;

interface

uses
  Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
  Dialogs, StdCtrls;

type
  TForm4 = class(TForm)
    Label1: TLabel;
    Label2: TLabel;
    Label3: TLabel;
    Label4: TLabel;
    Edit1: TEdit;
    Edit2: TEdit;
    Edit3: TEdit;
    Button1: TButton;
    Button2: TButton;
    Button3: TButton;
    Button4: TButton;
    procedure Button1Click(Sender: TObject);
    procedure Button2Click(Sender: TObject);
    procedure Button3Click(Sender: TObject);
    procedure Button4Click(Sender: TObject);
  private
    { Private declarations }
  public
    { Public declarations }
  end;

var
  Form4: TForm4;

implementation

uses Unit1;

{$R *.dfm}

procedure TForm4.Button1Click(Sender: TObject);
var
a : integer;
begin
a:=strtoint(Edit1.Text);
edit2.Text :='';
edit3.Text :='';
if A<50 then
begin
edit2.Text :='Gagal';
edit3.Text :='E';
end
else if A<65 then
begin
edit2.Text :='Lulus';
edit3.Text :='D';
end
else if A<75 then
begin
edit2.Text :='Lulus';
edit3.Text :='C';
end
else if A<85 then
begin
edit2.Text :='Lulus';
edit3.Text :='B';
end
else if A<=100 then
begin
edit2.Text :='Lulus';
edit3.Text :='A';
end
else
begin
edit2.Text :='Salah Input';
edit3.Text :='Ulangi Lagi';

end;
end;
procedure TForm4.Button2Click(Sender: TObject);
begin
Edit1.Text :='';
Edit2.Text :='';
Edit3.Text :='';
end;

procedure TForm4.Button3Click(Sender: TObject);
begin
close;
end;

procedure TForm4.Button4Click(Sender: TObject);
begin
form4.Hide;
form1.show;
end;

end.

Perulangan

















unit Unit5;

interface

uses
  Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
  Dialogs, StdCtrls;

type
  TForm5 = class(TForm)
    Label1: TLabel;
    Label2: TLabel;
    Label3: TLabel;
    Edit1: TEdit;
    Edit2: TEdit;
    Button1: TButton;
    Button2: TButton;
    Button3: TButton;
    Button4: TButton;
    Button5: TButton;
    Button6: TButton;
    Memo1: TMemo;
    procedure Button1Click(Sender: TObject);
    procedure Button2Click(Sender: TObject);
    procedure Button3Click(Sender: TObject);
    procedure Button4Click(Sender: TObject);
    procedure Button5Click(Sender: TObject);
    procedure Button6Click(Sender: TObject);
  private
    { Private declarations }
  public
    { Public declarations }
  end;

var
  Form5: TForm5;

implementation

uses Unit1;

{$R *.dfm}

procedure TForm5.Button1Click(Sender: TObject);
var
E, F : Integer;
begin
memo1.clear;
E:= StrToInt (edit1.Text);
F:=1;
while F <> StrToInt(edit2.Text) do
begin
memo1.Lines.Add('Perulangan ke-'+IntToStr(F)+' = '+IntToStr(E));
E:= E+1;
F:= F+1;
end;
end;
procedure TForm5.Button2Click(Sender: TObject);
var
E, F : Integer;
begin
memo1.clear;
E:= StrToInt (edit1.Text);
F:=1;
repeat
memo1.Lines.Add('Perulangan ke-'+IntToStr(F)+' = '+IntToStr(E));
F:= F+1;
E:= E+1;
until F = StrToInt(edit2.Text)
end;

procedure TForm5.Button3Click(Sender: TObject);
var
E, F : Integer;
begin
memo1.clear;
E:= StrToInt (edit1.Text);
for F := 1 to StrToInt(edit2.Text) do
begin
memo1.Lines.Add('Perulangan ke-'+IntToStr(F)+' = '+IntToStr(E));
E:= E+1;
end;
end;

procedure TForm5.Button4Click(Sender: TObject);
var
E,F: Integer;
begin
memo1.clear;
E:= StrToInt (edit1.Text);
F:= 1;
for E:= E downto (StrToInt (edit1. Text) - StrToInt (edit2.Text) +1) do
begin
memo1.Lines.Add('Perulangan ke-'+IntToStr(F)+' = '+IntToStr(E));
F:=F+1;
end;
end;

procedure TForm5.Button5Click(Sender: TObject);
begin
close;
end;

procedure TForm5.Button6Click(Sender: TObject);
begin
form5.Hide;
form1.show;

end;

end.

Semoga Berguna ^.^






Selasa, 03 April 2012

Ini adalah coding untuk pembuatan kalukulator sederhana yang menggunakan VB 6 Enjoy ^.^

Textbox 1:
(Name) : txtDisplay
Alignment: 1-Right Justify
Text : (kosongkan)
Maxlength : 12
Command Button 1:
(Name) : cmdAngka
Index : 1
Caption : 1
Command Button 2:
(Name) : cmdAngka
Index : 2
Caption : 2
Command Button 3:
(Name) : cmdAngka
Index : 3
Caption : 3
Command Button 4:
(Name) : cmdAngka
Index : 4
Caption : 4
Command Button 5:
(Name) : cmdAngka
Index : 5
Caption : 5
Command Button 6:
(Name) : cmdAngka
Index : 6
Caption : 6
Command Button 7:
(Name) : cmdAngka
Index : 7
Caption : 7
Command Button 8:
(Name) : cmdAngka
Index : 8
Caption : 8
Command Button 9:
(Name) : cmdAngka
Index : 9
Caption : 9
Command Button 10:
(Name) : cmdAngka
Index : 0
Caption : 0
Command Button 11:
(Name) : cmdPlusMinus
Caption : +/-
Command Button 12:
(Name) : cmdKoma
Caption : .
Command Button 13:
(Name) : cmdOperator
Index : 1
Caption : +
Command Button 14:
(Name) : cmdOperator
Index : 2
Caption : -
Command Button 15:
(Name) : cmdOperator
Index : 3
Caption : x
Command Button 16:
(Name) : cmdOperator
Index : 4
Caption : /
Command Button 17:
(Name) : cmdClearEntry
Caption : CE
Command Button 18:
(Name) : cmdClear
Caption : C
Command Button 19:
(Name) : cmdSamaDengan
Caption : =

Next, you just make the coding of these calculators. If you follow all setting properties as above,then I demonstrated coding like this:

Option Explicit
Private Hasil As Double
Private Const opNol = 0
Private Const opTambah = 1
Private Const opKurang = 2
Private Const opKali = 3
Private Const opBagi = 4
Private Operator As Integer
Private NilaiBaru As Boolean
' untuk menghapus karakter terakhir
Private Sub Hapus()
Dim txt As String
Dim min_len As Integer
txt = txtDisplay.Text
If Left$(txt, 1) = "-" Then
min_len = 2
Else
min_len = 1
End If
If Len(txt) > min_len Then
txtDisplay.Text = Left$(txt, Len(txt) - 1)
Else
txtDisplay.Text = "0"
End If
End Sub
' hapus angka, hasil terakhir dan operator
Private Sub cmdClear_Click()
cmdClearEntry_Click
Hasil = 0
Operator = opNol
End Sub
' hapus angka
Private Sub cmdClearEntry_Click()
txtDisplay.Text = ""
End Sub
' menambahkan koma (desimal)
Private Sub cmdKoma_Click()
If InStr(txtDisplay.Text, ".") Then
Beep
Else
If NilaiBaru Then
txtDisplay.Text = "."
NilaiBaru = False
Else
txtDisplay.Text = txtDisplay.Text & "."
End If
End If
End Sub
' Menghitung
Private Sub cmdSamaDengan_Click()
Dim HasilBaru As Double
If txtDisplay.Text = "" Then
HasilBaru = 0
Else
HasilBaru = CDbl(txtDisplay.Text)
End If
Select Case Operator
Case opNol
Hasil = HasilBaru
Case opTambah
Hasil = Hasil + HasilBaru
Case opKurang
Hasil = Hasil - HasilBaru
Case opKali
Hasil = Hasil * HasilBaru
Case opBagi
'Tidak bisa dibagi nol
If HasilBaru = 0 Then
MsgBox "Tidak bisa dibagi 0", vbOKOnly + vbCritical, "Kalku ERROR"
Call cmdClear_Click
Else
Hasil = Hasil / HasilBaru
End If
End Select
Operator = opNol
NilaiBaru = True
txtDisplay.Text = Format$(Hasil)
End Sub
' menuliskan angka
Private Sub cmdAngka_Click(Index As Integer)
If NilaiBaru Then
txtDisplay.Text = Format$(Index)
NilaiBaru = False
Else
txtDisplay.Text = _
txtDisplay.Text & Format$(Index)
End If
End Sub
' tombol tambah/kurang/bagi/kali
Private Sub cmdOperator_Click(Index As Integer)
cmdSamaDengan_Click
Operator = Index
NilaiBaru = True
End Sub
' merubah tanda +/-
Private Sub cmdPlusMinus_Click()
If NilaiBaru Then
txtDisplay.Text = "-"
ElseIf Left$(txtDisplay.Text, 1) = "-" Then
txtDisplay.Text = Right$(txtDisplay.Text, 2)
Else
txtDisplay.Text = "-" & txtDisplay.Text
End If
End Sub
' filter untuk angka saja yg dapat diketikkan
Private Sub Form_KeyPress(KeyAscii As Integer)
txtDisplay_KeyPress KeyAscii
End Sub
Private Sub Form_KeyUp(KeyCode As Integer, Shift As Integer)
txtDisplay_KeyUp KeyCode, Shift
End Sub
' supaya kursor tetap di kanan
Private Sub txtDisplay_Change()
txtDisplay.SelStart = Len(txtDisplay.Text)
End Sub
Private Sub txtDisplay_GotFocus()
txtDisplay_Change
End Sub
' untuk mengetikkan angka di keyboard
Private Sub txtDisplay_KeyPress(KeyAscii As Integer)
Dim ch As String
ch = Chr$(KeyAscii)
Select Case ch
Case "0"
cmdAngka_Click 0
Case "1"
cmdAngka_Click 1
Case "2"
cmdAngka_Click 2
Case "3"
cmdAngka_Click 3
Case "4"
cmdAngka_Click 4
Case "5"
cmdAngka_Click 5
Case "6"
cmdAngka_Click 6
Case "7"
cmdAngka_Click 7
Case "8"
cmdAngka_Click 8
Case "9"
cmdAngka_Click 9
Case "*", "x", "X"
cmdOperator_Click opKali
Case "+"
cmdOperator_Click opTambah
Case vbCrLf, vbCr, "="
cmdSamaDengan_Click
Case "-"
cmdOperator_Click opKurang
Case "."
cmdKoma_Click
Case "/"
cmdOperator_Click opBagi
Case "C", "c"
cmdClearEntry_Click
End Select
KeyAscii = 0
End Sub
' untuk ketikan angka di numpad
Private Sub txtDisplay_KeyUp(KeyCode As Integer, Shift As Integer)
Select Case KeyCode
Case vbKeyNumpad0
cmdAngka_Click 0
Case vbKeyNumpad1
cmdAngka_Click 1
Case vbKeyNumpad2
cmdAngka_Click 2
Case vbKeyNumpad3
cmdAngka_Click 3
Case vbKeyNumpad4
cmdAngka_Click 4
Case vbKeyNumpad5
cmdAngka_Click 5
Case vbKeyNumpad6
cmdAngka_Click 6
Case vbKeyNumpad7
cmdAngka_Click 7
Case vbKeyNumpad8
cmdAngka_Click 8
Case vbKeyNumpad9
cmdAngka_Click 9
Case vbKeyMultiply
cmdOperator_Click opKali
Case vbKeyAdd
cmdOperator_Click opTambah
Case vbKeySeparator
cmdSamaDengan_Click
Case vbKeySubtract
cmdOperator_Click opKurang
Case vbKeyDivide
cmdOperator_Click opBagi
Case vbKeyDecimal
cmdKoma_Click
Case vbKeyBack, vbKeyDelete
Hapus
End Select
KeyCode = 0
End Sub
Hasil Outputnya adalah